PENYERANG tim nasional Belgia, Romelu Lukaku, menegaskan bahwa kekuatan karakter menjadi kunci utama keberhasilan timnya membalikkan keadaan. Mental pantang menyerah tersebut menjadi pembeda saat The Red Devils secara dramatis menjungkalkan Senegal 3-2 pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7) WIB.
“Sungguh pertandingan sengit, tapi kami mengerahkan semua kemampuan. Kami tertinggal, tapi kami memperlihatkan karakter yang kuat. Dan di laga seperti ini, itulah yang jadi pembeda,” ujar Lukaku selepas laga seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Belgia sejatinya berada di bawah tekanan hebat sejak sepak mula. Mereka bahkan harus tertinggal dua gol lebih dulu akibat koyakan jala dari aksi Habib Diarra pada menit ke-25 dan Ismaila Sarr.
Namun, armada besutan Rudi Garcia tersebut berhasil menemukan momentum kebangkitan hanya empat menit menjelang bubaran waktu normal. Lukaku memperkecil ketertinggalan setelah memaksimalkan umpan tarik matang dari Thomas Meunier.
Hanya berselang tiga menit, Belgia sukses menyamakan kedudukan lewat sundulan Youri Tielemans ke gawang yang sudah kosong. Gol ini lahir memanfaatkan blunder kiper Senegal, Mory Diaw, yang keliru mengantisipasi umpan lambung kiriman Leandro Trossard.
Pendulum permainan sepenuhnya berayun ke arah Belgia memasuki babak tambahan waktu. Keberuntungan memihak raksasa Eropa ini di penghujung babak extra time kedua setelah wasit Said Martinez menunjuk titik putih. Penalti diberikan lantaran Tielemans dilanggar Lamine Camara di kotak terlarang dalam situasi kemelut bola muntah tembakan Dodi Lukebakio.
Tielemans yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya menghujam pojok kanan atas gawang dan memastikan langkah Belgia ke babak perdelapan final.
“Senegal adalah salah satu tim terbaik di turnamen ini. Secara teknik, fisik, maupun taktik, ini sungguh pertandingan yang sulit,” aku Lukaku. “Namun, ketika kami meningkatkan intensitas pressing, mengejar bola-bola liar, semangat kami bersinar terang dan kami memenangkan pertandingan,” tambahnya.
Kemenangan epik ini sekaligus memperpanjang napas generasi emas Belgia yang sepanjang turnamen tampil kurang meyakinkan. Setelah terseok-seok lolos dari fase grup, mental juara mereka akhirnya teruji lewat comeback dramatis ini.
Di babak 16 besar, Belgia kini tinggal menunggu pemenang laga babak 32 besar lainnya yang mempertemukan tuan rumah Amerika Serikat kontra Bosnia dan Herzegovina.

