Pendaki Diingatkan Waspada Suhu Dingin di Gunung Rinjani, TNGR Ingatkan Risiko Hipotermia

Pendaki Diingatkan Waspada Suhu Dingin di Gunung Rinjani, TNGR Ingatkan Risiko Hipotermia

Tim Pendakian Gunung Rinjani(Dok.MI)

BALAI Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperingatkan pendaki dan wisatawan untuk waspada terhadap penurunan suhu udara yang ekstrem di kawasan Gunung Rinjani. 

Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Gunung Rinjani jauh lebih dingin daripada periode sebelumnya. Ia menekankan agar para pendaki tidak terkecoh dengan kondisi cuaca siang hari yang terlihat cerah.

“Wisatawan atau pendaki perlu persiapan matang karena kondisi cuaca saat ini terasa lebih dingin. Jangan lengah dengan cuaca siang yang cerah karena suhu bisa berubah drastis saat malam hari,” ujar Budy dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Rabu (3/6/2026).

Fenomena Musim Kemarau

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penurunan suhu yang signifikan pada malam hingga pagi hari merupakan indikator bahwa wilayah NTB telah memasuki musim kemarau. Udara yang cenderung lebih kering menyebabkan pelepasan panas bumi ke atmosfer berlangsung lebih cepat, sehingga suhu di area pegunungan merosot tajam.

Budy menjelaskan bahwa kondisi ini meningkatkan risiko hipotermia bagi para pendaki Gunung Rinjani terutama saat mereka beristirahat atau berada di area terbuka yang terpapar angin kencang.

Panduan Keselamatan Pendakian Gunung Rinjani:

  • Membawa jaket thermal dan pakaian hangat yang memadai.
  • Menggunakan kantong tidur (sleeping bag) yang sesuai untuk suhu ekstrem pegunungan.
  • Menjaga kondisi fisik dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh (hidrasi).
  • Memastikan seluruh perlengkapan pendakian dalam kondisi laik pakai.

Pihak Balai TNGR menggencarkan sosialisasi kepada wisatawan, pemandu (guide), dan porter untuk memastikan standar keamanan tetap terjaga.

“Pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Mari nikmati keindahan Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Para pendaki Gunung Rinjani juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG atau pusat informasi di pintu-pintu pendakian resmi seperti Sembalun dan Senaru sebelum memulai perjalanan menuju puncak setinggi 3.726 mdpl tersebut. (Ant/H-4)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *