Investasi Triliunan Rupiah, Zuckerberg Akui Pengembangan Agen AI Meta belum Sesuai Ekspektasi

Investasi Triliunan Rupiah, Zuckerberg Akui Pengembangan Agen AI Meta belum Sesuai Ekspektasi

CEO Meta, Mark Zuckerberg(Media Sosial X)

CHIEF Executive Officer (CEO) Meta, Mark Zuckerberg, mengakui bahwa laju pengembangan agen kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di perusahaannya belum berjalan secepat yang diproyeksikan sebelumnya oleh jajaran eksekutif.

Melansir laporan Tech Crunch, Jumat (3/7), pengakuan tersebut disampaikan Zuckerberg dalam sebuah pertemuan internal perusahaan. Agen AI sendiri merupakan sistem kecerdasan buatan mutakhir yang dirancang untuk memahami instruksi kompleks, menyusun rencana, hingga menyelesaikan tugas secara mandiri atas perintah pengguna.

“Pengembangan agen AI di Meta belum menunjukkan percepatan progres sebagaimana yang diproyeksikan sebelumnya,” ujar Zuckerberg, menggambarkan realisasi proyek yang masih di bawah target.

Pernyataan ini mencuat beberapa bulan pasca-langkah efisiensi ekstrem Meta yang merumahkan sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerja mereka. Bersamaan dengan restrukturisasi tersebut, raksasa teknologi ini juga memindahkan sekitar 7.000 pegawai ke berbagai divisi AI, termasuk ke dalam tim khusus bernama Agent Transformation.

Dalam forum internal tersebut, Zuckerberg juga merefleksikan kebijakan pemangkasan karyawan yang ia nilai tidak berjalan semulus harapan manajemen. Ia membeberkan bahwa perombakan struktur organisasi ini terpaksa diambil akibat kekhawatiran para petinggi bahwa Meta tidak bergerak cukup gesit dalam mengimbangi lanskap industri teknologi yang berubah sangat cepat.

Hingga saat ini, Zuckerberg mengakui hasil optimal dari perombakan organisasi yang berfokus pada AI belum sepenuhnya terwujud. Di sisi lain, tekanan internal di dalam tim AI Meta dilaporkan kian meningkat, dengan sejumlah insinyur mengeluhkan lingkungan kerja yang penuh tekanan pasca-reorganisasi.

Meski demikian, sang pendiri Facebook tetap optimistis bahwa investasi jumbo dan strategi reorganisasi komprehensif ini akan mulai menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Meta sendiri tercatat sebagai salah satu korporasi global yang paling agresif dalam perlombaan teknologi masa depan ini. Tak main-main, sepanjang tahun ini Meta dilaporkan telah menggelontorkan dana investasi fantastis hingga 145 miliar dolar AS atau setara Rp2.601 triliun khusus untuk membangun infrastruktur AI.

(Ant/P-4)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *