Balap Listrik Kini Punya Telinga: Sennheiser Masuk Formula E

Balap Listrik Kini Punya Telinga: Sennheiser Masuk Formula E

loading…

Suara mobil setrum itu selama ini sunyi. Sennheiser mau mengubahnya jadi drama tiga dimensi. Foto: Sennheiser

JAKARTA – Mobil listrik itu senyap. Tidak ada raungan mesin V8. Tidak ada deru knalpot yang bikin bulu kuduk berdiri. Maka Formula E, sejak awal, punya masalah yang tidak dimiliki balapan mobil bensin: suaranya kurang menggigit.

Sennheiser datang untuk menjawab itu.

Selasa lalu, 13 Agustus 2026, Formula E dan Sennheiser resmi mengumumkan kemitraan jangka panjang.

Sennheiser jadi Penyedia Audio Resmi Formula E. Bukan kemitraan sponsor biasa. Ini kemitraan teknis: alur kerja perekaman, pengodean, sampai reproduksi suara akan digarap ulang, memakai ekosistem AMBEO milik Sennheiser.

Formula E sendiri bukan kejuaraan sembarangan. Ini satu-satunya Kejuaraan Dunia FIA yang sepenuhnya memakai kendaraan listrik. Sudah menggelar 150 balapan. Melahirkan 10 juara berbeda dalam 11 musim: rekor kompetitif yang sulit ditandingi kejuaraan otomotif lain mana pun.

Produsen besar dunia antre ikut: Porsche, Jaguar, Nissan, Stellantis, Mahindra, Lola Cars. Semua memakai Formula E sebagai laboratorium hidup untuk teknologi EV yang nanti dipakai di jalan raya.

Tapi soal suara, selama ini Formula E kalah pamor dibanding F1. Wajar. Mesin listrik generasi GEN4 memang jauh lebih senyap dibanding mesin bensin. Justru di titik itulah Sennheiser melihat peluang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *