[ad_1]

loading…
SMAN 72 Jakarta Utara menerapkan proses belajar mengajar secara daring usai terjadi peristiwa ledakan. Foto/SindoNews
Komisioner KPAI Diyah Puspitarini menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait guna memastikan kondisi anak-anak yang menjadi korban mendapatkan pendampingan psikologis.
“Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara online agar anak-anak bisa menghilangkan trauma terlebih dahulu. Saat ini masih dalam kondisi darurat tiga hingga empat hari ke depan, kemudian akan dievaluasi kembali,” kata Diyah, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: 15 Orang Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat di Rumah Sakit Yarsi
Diyah menjelaskan, pendampingan psikologis bukan hanya diberikan kepada siswa yang menjadi korban langsung, tetapi juga kepada anak-anak di sekitar lokasi serta guru dan staf sekolah. Menurut Diyah, fokus utama KPAI saat ini adalah memastikan negara hadir dalam pemulihan kondisi anak-anak terdampak.
[ad_2]
