RIBUAN polisi bersenjata lengkap kini berpatroli berdampingan dengan para turis di Kota Meksiko. Langkah ini diambil setelah otoritas setempat menegaskan situasi keamanan telah terkendali menjelang bergulirnya Piala Dunia. Laga pembuka turnamen akbar ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan.
Meksiko, yang menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Amerika Serikat, memperkirakan akan kedatangan lebih dari 5 million pengunjung. Guna menyambut lonjakan turis tersebut, pemerintah meluncurkan “Plan Kukulkan”. Melalui rencana ini, otoritas mengerahkan hampir 100.000 personel yang terdiri dari militer, polisi, dan perusahaan keamanan swasta.
“Kota ini memiliki banyak pengalaman dalam mengorganisasi acara jenis ini dan melakukan manajemen massa. Ada rasa percaya diri,” ujar kepala polisi Kota Meksiko, Pablo Vazquez, kepada AFP.
Namun, turnamen global ini membayangi kekhawatiran publik setelah tewasnya gembong narkoba kuat, Nemesio “El Mencho” Oseguera, tiga bulan lalu. Kematian pemimpin kartel tersebut memicu baku tembak dan blokade jalan raya di wilayah barat Meksiko yang menewaskan lebih dari 60 orang. Selain ancaman kartel, situasi menjelang turnamen juga diwarnai aksi protes ribuan guru yang memblokade jalan raya, hingga membuat pemerintah memasang pagar barikade besi di alun-alun bersejarah Zocalo, lokasi yang akan menjadi fan zone Piala Dunia.
Terkait dinamika ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memberikan jaminan penuh bahwa pembukaan turnamen akan berjalan kondusif.
“Kita akan menjamin… bahwa peresmian Piala Dunia berjalan dengan baik, dalam kedamaian dan ketenangan,” kata Sheinbaum. Ia juga menegaskan akan ada “nol risiko” bagi para pengunjung.
Kendati demikian, kehadiran aparat dalam jumlah besar memicu reaksi beragam dari para turis. Penjagaan ketat terlihat jelas di pusat bersejarah kota, tempat pasukan antihuru-hara mengawasi turis asing yang melintas di dekat perkemahan demonstran.
“Aneh rasanya melihat begitu banyak polisi,” kata Henry Rickets, seorang turis asal Kanada, kepada AFP. “Di Kanada tidak ada pengerahan polisi ekstra, jadi ini sedikit mengkhawatirkan.”
Di sisi lain, kekerasan di Meksiko memang bervariasi tergantung wilayah. Negara bagian seperti Jalisco, yang ibu kotanya, Guadalajara, akan menggelar empat pertandingan Piala Dunia, termasuk salah satu wilayah dengan tingkat kekerasan yang tinggi. Meski begitu, FIFA menegaskan pihaknya tetap menaruh kepercayaan penuh pada langkah-langkah keamanan yang diterapkan oleh Meksiko.
Pasukan Khusus Garda Nasional (FERI), yang merupakan skuad elite militer di balik operasi penangkapan gembong narkoba, juga terus mematangkan latihan penyelamatan dan pengamanan demi menyukseskan ajang ini.
“Tujuan utamanya adalah agar Piala Dunia ini menjadi salah satu yang paling sukses dalam sejarah,” ujar Letnan Kolonel Manuel Cabrera, wakil komandan FERI. “Anda dapat yakin bahwa kedamaian di sini terjamin.” (AFP/Z-2)
