PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 26 Mei 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang mengancam wilayah Jawa Tengah. Empat daerah di pesisir utara (Pantura) bagian timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, mengungkapkan bahwa meskipun musim kemarau mulai berlangsung, anomali cuaca masih memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah. Namun, perhatian khusus tertuju pada wilayah Pantura timur.
Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data BMKG, berikut adalah empat daerah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem pada sore hingga malam hari:
Selain wilayah tersebut, daerah lain seperti Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, hingga Magelang dan Salatiga juga berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang. “Waspadai bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung, terutama bagi warga di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai,” tegas Risca.
Peringatan Banjir Rob: BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas memprediksi banjir rob akan berlangsung pukul 14.00-17.00 WIB di wilayah Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
Ancaman Gelombang Tinggi dan Rob
Kondisi perairan juga menunjukkan situasi yang berisiko. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas, Setiyanto, menyebutkan adanya potensi gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa Tengah. Kondisi ini sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran, termasuk kapal nelayan dan tongkang, terutama saat kecepatan angin melebihi 15 knot.
“Waspadai banjir akibat rob berlangsung pukul 14.00-17.00 WIB di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Setiyanto.
Di pesisir utara, fenomena air laut pasang atau rob masih berlangsung dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter. Dampaknya mulai dirasakan warga, mulai dari gangguan transportasi, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, hingga kerusakan pada budidaya perikanan darat dan lahan petani garam.
| Parameter Cuaca | Prakiraan |
|---|---|
| Suhu Udara | 18 – 34 Derajat Celcius |
| Kelembaban Udara | 50% – 95% |
| Kecepatan Angin | 3 – 27 km/jam (Timur ke Selatan) |
| Tinggi Gelombang Selatan | Maksimal 2,5 Meter |
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat memicu bencana di lingkungan sekitar. (H-4)

